![]()
เซ็นทรัลพาร์ค กรุงเทพ ในโครงการดุสิต เซ็นทรัลพาร์ค ใกล้สวนลุมพินี กำลังตอกย้ำบทบาทในฐานะแลนด์มาร์กระดับโลกแห่งใหม่ของเมือง หลังคว้ารางวัล New Mall of the Year – Thailand จากงาน Retail Asia Awards 2026 ซึ่งยกย่องโครงการค้าปลีกที่โดดเด่นด้านประสบการณ์ลูกค้า นวัตกรรม และความสอดคล้องกับบริบทเมือง รางวัลดังกล่าวสะท้อนการก้าวขึ้นมาเป็นปลายทางสำคัญแห่งหนึ่งของกรุงเทพฯ ภายในระยะเวลาไม่นานหลังเปิดให้บริการ
โครงการเซ็นทรัลพาร์ค กรุงเทพ ถูกออกแบบให้เป็นจุดหมายปลายทางไลฟ์สไตล์แบบครบวงจร ผสานร้านค้าแบรนด์คัดสรร ร้านอาหารระดับโลก พื้นที่ประสบการณ์การใช้ชีวิต และระบบการเชื่อมต่อการเดินทางเข้าไว้ด้วยกัน ภายในพื้นที่มิกซ์ยูสของดุสิต เซ็นทรัลพาร์คที่รวมรีเทล ออฟฟิศ โรงแรมดุสิตธานี กรุงเทพแห่งใหม่ และที่พักอาศัยระดับลักชัวรี โดยมี Roof Park ขนาด 7 ไร่เป็นหัวใจสำคัญของการออกแบบเชิงเมือง
Roof Park บนชั้นดาดฟ้าขนาด 7 ไร่ของเซ็นทรัลพาร์ค ถือเป็นพื้นที่สีเขียวบนหลังคาที่ใหญ่ที่สุดภายในโครงการมิกซ์ยูสในประเทศไทย และเป็นองค์ประกอบที่นิยามโครงการให้แตกต่าง พื้นที่ดังกล่าวทำหน้าที่เป็นพื้นที่สาธารณะสำหรับพบปะพักผ่อนของคนเมืองและนักท่องเที่ยว พร้อมทั้งขยายแนวสีเขียวจากสวนลุมพินีเข้าสู่ใจกลางย่านธุรกิจ สร้างอีโคซิสเท็มที่ให้ชีวิตเมืองและธรรมชาติอยู่ร่วมกันในพื้นที่เชิงพาณิชย์
กระแสตอบรับของเซ็นทรัลพาร์ค กรุงเทพ จากผู้มาใช้บริการ พันธมิตรทางธุรกิจ และแบรนด์ระดับโลกถูกอธิบายว่ามีความ “ล้นหลาม” นับตั้งแต่เปิดให้บริการ โดยโมเมนตัมดังกล่าวสะท้อนชัดในงาน “Central Park The Grand Celebration” เมื่อต้นปีที่ผ่านมา ซึ่งจัดขึ้นเพื่อเฉลิมฉลองความสำเร็จและการเป็นที่ยอมรับของโครงการในฐานะแลนด์มาร์คใหม่ งานดังกล่าวตอกย้ำความเชื่อมั่นจากลูกค้า ผู้เช่า และชุมชนธุรกิจที่มีต่อศักยภาพของโครงการ
ในภาพรวม การได้รับรางวัลจาก Retail Asia พร้อมกับการเป็นส่วนหนึ่งของมิกซ์ยูสขนาดใหญ่ดุสิต เซ็นทรัลพาร์ค ซึ่งเชื่อมโยงพื้นที่รีเทลและออฟฟิศเข้ากับองค์ประกอบอื่น ๆ ของโครงการ กำลังช่วยยกระดับบทบาทของเซ็นทรัลพาร์ค กรุงเทพ ให้เป็นตัวอย่างของ “เดสติเนชันรุ่นใหม่” ที่ตอบโจทย์ทั้งเศรษฐกิจเมืองและคุณภาพชีวิตของคนกรุงเทพฯ โดยไม่ต้องอาศัยการขยายตัวทางกายภาพเพียงอย่างเดียว แต่ใช้การออกแบบพื้นที่และประสบการณ์เป็นตัวขับเคลื่อน

Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran selama 14 hari untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, menyusul kebakaran yang melanda area sekitar 15 hektare sejak Selasa, 30 Juni 2026. Status kedaruratan berlaku 1–14 Juli 2026 dan dapat disesuaikan jika proses pemadaman selesai lebih cepat, kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid. Penetapan ini menjadi landasan hukum bagi pengerahan sumber daya lintas instansi guna mempercepat pengendalian kebakaran yang hingga hari keenam masih belum sepenuhnya padam.
Di lapangan, operasi pemadaman dilakukan melalui kombinasi jalur udara dan darat. Dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pengeboman air ke sejumlah titik api, sementara dari darat armada pemadam kebakaran dan personel Manggala Agni disebar ke berbagai sektor untuk mencegah penjalaran api ke area lain. Ekskavator dikerahkan untuk mengurai timbunan sampah yang sudah disiram, membuka akses menuju kantong-kantong api yang sulit dijangkau. Pemerintah pusat turut mengirim 30 personel Manggala Agni dari Sulawesi dan Jawa Barat yang memiliki spesialisasi penanganan kebakaran lahan dengan peralatan bertekanan tinggi.
Teknologi turut diandalkan untuk mempercepat penanganan. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyebut pemerintah mengoperasikan thermal drone berkamera inframerah untuk mendeteksi sumber panas di dalam timbunan sampah dan memetakan titik api yang tidak terlihat dari permukaan. Dua unit mobile monitoring system juga ditempatkan di sekitar lokasi guna memantau kualitas udara secara real time. Kementerian Lingkungan Hidup menurunkan tim teknis lintas deputi ke TPA Jatiwaringin untuk verifikasi lapangan, mengawal mitigasi, dan memastikan prosedur keselamatan diterapkan.
Dampak kesehatan mulai terasa di permukiman sekitar. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 154 warga terdiagnosis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai pasien rawat jalan yang sudah kembali ke rumah. Kepala Dinas Kesehatan Hendra Tarmizi mengimbau warga, khususnya yang berada dekat lokasi kebakaran, untuk selalu menggunakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan pernapasan. Pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2,5 di sekitar area berada pada kategori berbahaya dengan nilai melampaui 1.000 mikrogram per meter kubik.
Untuk menjaga keselamatan, akses menuju TPA Jatiwaringin ditutup bagi masyarakat umum dan dijaga ketat. Hanya personel pemadam kebakaran, tenaga medis, TNI, Polri, serta instansi terkait yang diizinkan memasuki area. Kepulan asap pekat yang masih membumbung dan terbawa angin menegaskan urgensi penanganan terkoordinasi, di tengah upaya pemerintah daerah dan pusat menyeimbangkan prioritas pemadaman, pemantauan kualitas udara, dan perlindungan kesehatan warga sekitar.