Online Group Probed in Tacloban Shooting Fuels Calls for New Extremism Statute

05.07.2026


Philippine justice and legislative officials are pushing for a new law to confront what they describe as “nihilistic violent extremism,” or NVE, amid mounting concern over online grooming of children and a deadly school shooting in Tacloban City. Senate President Sherwin T. Gatchalian and the Department of Justice (DoJ) have both called for a dedicated legal framework targeting the exploitation of minors by groups that allegedly encourage them to commit violent acts.

In separate statements and briefings, officials said existing statutes on terrorism, obscenity and online sexual exploitation are not designed to fully capture the pattern of behavior they are seeing, particularly when children are groomed digitally to escalate from minor offenses to serious violence. Justice Undersecretary Nicholas Felix L. Ty said the Tacloban shooting, which left three students dead and injured around 20 others, is being examined as potentially part of an NVE pattern rather than a standalone case of bullying.

Ty described NVE as involving the manipulation of children or young adults to carry out crimes that may start with break-ins, self-harm or cruelty to animals and can culminate in mass casualty events. He said perpetrators often use the internet to exploit young people’s need for friendship and belonging, then pressure them to maintain those relationships by “doing all sorts of bad things.” A Senate inquiry into the Tacloban attack heard indications that an online extremist group based overseas, identified in one hearing as “764,” may have been involved in grooming minors to commit violence.

Gatchalian said he is open to working with the DoJ through the Senate Committee on Women, Children, Family Relations and Gender Equality to draft a law that explicitly defines NVE and addresses online grooming and so-called brainwashing of minors. He cited social media and online games as key channels allegedly used by groomers, recalling that a gaming platform was linked to a planned school attack in Laguna in early 2026. Ty, for his part, urged lawmakers in both chambers to prioritize a measure that would designate a lead agency, bolster child protection, enhance international coordination and adopt a whole-of-government or “whole-of-nation” approach, arguing that a comprehensive statute is needed when current laws’ specific legal elements do not neatly apply.

Other news

Luncuran Awan Panas Sentuh Kilometer, Ancaman di Lereng Merapi dan Semeru Menguat

05.07.2026


Aktivitas vulkanik di dua gunung api aktif di Pulau Jawa menguat dalam beberapa hari terakhir, menambah tekanan pada sistem mitigasi bencana di wilayah padat penduduk. Di Yogyakarta, Gunung Merapi mencatat dua kali luncuran awan panas guguran dan 18 kali guguran lava pijar hanya dalam periode 12 jam pengamatan terakhir. Di Jawa Timur, Gunung Semeru pada Sabtu pagi (4/7/2026) erupsi dan meluncurkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1,4 kilometer di atas puncak, mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertegas peringatan kewaspadaan bagi masyarakat sekitar.

Laporan harian yang dirilis melalui laman resmi magma.esdm.go.id menunjukkan, sejak Kamis (2/7/2026) pukul 18.00 WIB hingga Jumat (3/7/2026) pukul 06.00 WIB, awan panas guguran Merapi meluncur sejauh maksimal 1.800 meter ke arah Kali Sat/Putih. Dalam interval yang sama, guguran lava pijar teramati total 18 kali dengan jarak luncur maksimum hingga 2.500 meter ke arah alur sungai yang sama. Data kegempaan mengindikasikan dinamika magma di perut gunung masih tinggi, dengan puluhan gempa guguran serta puluhan gempa hybrid/fase banyak yang terekam dalam rentang beberapa jam.

Di sisi lain, Semeru yang berstatus Level III (Siaga) menambah daftar gunung dengan aktivitas signifikan. PVMBG melaporkan erupsi Sabtu pagi pukul 06.08 WIB itu memuntahkan kolom abu putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah selatan. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 17 detik, dan masih berlangsung saat laporan disusun. Otoritas mengingatkan potensi Awan Panas Guguran (APG), guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Merespons dinamika ini, PVMBG mempertahankan sejumlah pembatasan ketat di sekitar Semeru. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di luar zona tersebut karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari sumber erupsi. Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak tidak dianjurkan mengingat risiko lontaran batu pijar. Di Merapi, meski rekomendasi rinci dalam laporan yang dikutip tidak disebutkan, intensitas guguran lava dan awan panas ke arah alur sungai menegaskan pentingnya disiplin terhadap zona rawan bencana yang telah ditetapkan otoritas kebencanaan setempat.

Deretan data kegempaan dan visual dari dua gunung ini menempatkan kembali aspek mitigasi sebagai fokus utama, terutama bagi permukiman yang berada di hilir sungai-sungai yang berhulu di puncak. Dengan beberapa gunung lain di Indonesia juga berada pada status Siaga, otoritas menghadapi tantangan simultan menjaga kewaspadaan publik tanpa memicu kepanikan, sembari memastikan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tetap berada dalam koridor keselamatan yang direkomendasikan.