Mister Spex ordnet Aufsichtsrat neu und bekräftigt Strategie für profitables Wachstum

15.06.2026


Mister Spex SE hat sich auf ihrer ordentlichen Hauptversammlung eine breite Rückendeckung der Anteilseigner für den eingeschlagenen Kurs gesichert. Rund 95 Prozent der abstimmenden Aktionärinnen und Aktionäre votierten für sämtliche Vorschläge der Verwaltung, wie aus einer Mitteilung des Unternehmens hervorgeht. Die Versammlung fand virtuell statt, vertreten waren dabei rund 68 Prozent des Grundkapitals des nach eigenen Angaben zu den führenden Optikern in Deutschland zählenden Unternehmens.

Vor den Abstimmungen präsentierten CEO Tobias Krauss und CFO Benjamin von Schenck die Geschäftsentwicklung des Jahres 2025 sowie das strategische Zielbild von Mister Spex. Das Management skizzierte, wie der Optiker die Grundlagen für nachhaltiges, profitables Wachstum legen will. Im Zentrum steht eine schlankere und effizientere Organisationsstruktur, mit der das Unternehmen seine Position im Wettbewerb stärken und seine Omnichannel-Ausrichtung weiterentwickeln möchte.

Im Zuge der Hauptversammlung entlasteten die Aktionäre die im Geschäftsjahr 2025 amtierenden Mitglieder von Vorstand und Aufsichtsrat. Zudem bestellten sie die Deloitte GmbH Wirtschaftsprüfungsgesellschaft erneut zum Abschluss- und Konzernabschlussprüfer für das Geschäftsjahr 2026. Damit bleibt der bestehende Prüfungsrahmen unverändert, was als Signal für Kontinuität in der Finanzberichterstattung gewertet werden kann.

Auf der Personalseite kam es zu einer Neubesetzung im Aufsichtsrat: Die Hauptversammlung wählte Dr. Michael Ahrens in das Kontrollgremium. Er folgt auf Pietro Luigi Longo, dessen Amtszeit mit Ablauf der Versammlung endete. Ahrens bringt langjährige Erfahrung in den Bereichen Omnichannel-Handel, Digitalisierung und Unternehmensführung ein. Parallel dazu bestätigten die Aktionäre Nicole Srock.Stanley als Mitglied des Aufsichtsrats und unterstreichen damit den eingeschlagenen Kurs in der Besetzung des Kontrollgremiums.

Other news

Dampak Siklon Bavi: BMKG Prediksi Cuaca Panas dan Gelombang hingga 4 Meter di DIY

05.07.2026


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mencatat kehadiran Siklon Tropis Bavi di Samudera Pasifik utara Papua yang kini ikut membentuk pola cuaca di sebagian Pulau Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung menjelaskan, sistem siklon tersebut membuat angin timuran tetap dominan di kawasan ini, sehingga memengaruhi kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan analisis terkini, BMKG menemukan profil kelembapan udara vertikal di wilayah DIY pada ketinggian sekitar 1,5 hingga 3 kilometer berada pada kisaran 40 hingga 90 persen. Konfigurasi kelembapan di lapisan 850 sampai 700 milibar itu dinilai kurang mendukung pembentukan awan konvektif secara signifikan. Alhasil, peluang terjadinya awan-awan penghasil hujan lebat relatif rendah dan wilayah ini lebih berpotensi mengalami cuaca cerah berawan di periode awal Juli.

Untuk prospek cuaca tiga harian pada 5–7 Juli, BMKG memprakirakan DIY akan didominasi kondisi cerah berawan. Meski di daratan cuaca relatif bersahabat, laut selatan Yogyakarta justru diproyeksikan mengalami gelombang bervariasi dari kategori sedang hingga tinggi. Pada 5 dan 6 Juli, tinggi gelombang diperkirakan berada pada rentang 1,25 hingga 2,5 meter, sementara pada 7 Juli berpotensi meningkat hingga sekitar 2,5 sampai 4 meter, yang sudah masuk kategori tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca panas pada siang hari dengan menjaga kecukupan asupan cairan dan membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak. Peringatan lebih tegas disampaikan kepada wisatawan di pantai selatan agar tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai serta mematuhi arahan petugas setempat. Nelayan dan pelaku aktivitas kelautan juga diminta memperhatikan potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran dalam beberapa hari mendatang.