Hong Kong Warns Island Residents to Plan Ahead for July 6 Ferry Adjustments

05.07.2026


Hong Kong ferry services to several outlying islands and across Victoria Harbour will be temporarily adjusted on the morning of July 6 as authorities implement special maritime traffic arrangements. The city’s Transport Department said services on five outlying island routes and nine inner-harbour routes may be disrupted between about 10:00 a.m. and 10:45 a.m., and urged passengers, particularly island residents, to plan journeys in advance and allow extra travel time.

The changes coincide with the scheduled end of a Hong Kong port call by a PLA Navy task group comprising the guided-missile destroyer Nanning and guided-missile frigate Hengyang. During the affected period, specific sailings on the Central–Cheung Chau, Central–Mui Wo, Central–Peng Chau, Ma Wan–Central and Central–Discovery Bay routes will be delayed, brought forward or canceled. For example, the 10:45 a.m. Central–Cheung Chau departure will leave at 11:00 a.m., while Central–Mui Wo sailings at 10:00 a.m. from Mui Wo and 10:30 a.m. from Central will shift to 10:20 a.m. and 10:50 a.m., respectively. The 10:45 a.m. Central–Peng Chau sailing will instead depart at 10:30 a.m.

Services between Ma Wan and Central will see both the 10:00 a.m. departure from Ma Wan and the 10:30 a.m. departure from Central canceled. On the Central–Discovery Bay route, the 10:10 a.m. sailing from Discovery Bay and the 10:40 a.m. sailing from Central will also be canceled. Within Victoria Harbour, nine routes — Wan Chai–Tsim Sha Tsui, Central–Tsim Sha Tsui, North Point–Hung Hom, North Point–Kowloon City, Central–Hung Hom, North Point–Kwun Tong, water taxis, Sai Wan Ho–Kwun Tong and Sai Wan Ho–Sam Ka Tsuen — may be subject to temporary changes of up to about 30 minutes depending on conditions.

To mitigate the impact, operators will strengthen bus services serving Mui Wo, Discovery Bay and Ma Wan during the disruption window. New Lantao Bus route 3M between Mui Wo Ferry Pier and Tung Chung Station will run more frequently, while Discovery Bay’s DB03R route to Sunny Bay Station will also be enhanced. Additional special services on Ma Wan resident bus route NR338S, running in a loop between Ma Wan (Tung Wan Bus Terminus) and Central Pier No. 2, will be provided. Authorities will further introduce a free shuttle bus from outside the Discovery Bay Fire Station to Central Pier No. 3. The Transport Department’s Emergency Transport Co-ordination Centre will operate around the clock to monitor maritime traffic and public transport, aiming to restore normal ferry services as soon as practicable and strengthen capacity where necessary to ease passenger congestion.

Other news

Tirzepatide Resmi Masuk RI, Pemerintah Percepat Akses Terapi Diabetes Inovatif

05.07.2026


Indonesia menambah amunisi dalam menangani beban penyakit metabolik yang kian berat dengan kehadiran tirzepatide, terapi inovatif untuk diabetes melitus tipe 2 dan obesitas. PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bagian dari Zuellig Pharma, resmi menghadirkan obat agonis reseptor ganda glucose-dependent insulinotropic polypeptide (GIP) dan glucagon-like peptide-1 (GLP-1) pertama di pasar domestik setelah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah ini dinilai strategis di tengah meningkatnya prevalensi diabetes dan obesitas di Indonesia.

Data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2025 menunjukkan sekitar 20,4 juta penduduk Indonesia berusia 20–79 tahun hidup dengan diabetes, dan angka ini diproyeksikan naik menjadi 28,6 juta pada 2050 jika tidak ada pengendalian efektif. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi obesitas dewasa sudah mencapai 23,4 persen, lebih tinggi dibandingkan satu dekade lalu. Kombinasi dua kondisi tersebut meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal kronis, sekaligus menekan kualitas hidup pasien.

APL menyebut peluncuran tirzepatide dimungkinkan berkat skema percepatan yang diterapkan BPOM. Obat ini mendapatkan izin edar dalam 98 hari kerja, sementara persetujuan indikasi untuk manajemen berat badan kronis diselesaikan hanya dalam 42 hari kerja melalui mekanisme reliance. Kebijakan percepatan yang mulai berlaku 1 Agustus 2025 memungkinkan obat inovatif yang telah disetujui di negara referensi dan memiliki dokumen lengkap diproses sekitar 90 hari kerja, tanpa menurunkan standar keamanan, khasiat, dan mutu. Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan setiap produk tetap melalui evaluasi ilmiah menyeluruh meski memperoleh jalur cepat.

Taruna menyoroti bahwa sebelumnya banyak obat inovatif hanya tersedia di luar negeri sehingga pada praktiknya lebih mudah diakses kelompok berpendapatan tinggi yang mampu berobat ke negara tetangga seperti Singapura. Dengan persetujuan tirzepatide di dalam negeri, regulator berharap kesenjangan akses dapat diperkecil. Secara mekanisme, tirzepatide bekerja mengaktivasi dua reseptor hormon GIP dan GLP-1 yang meniru kerja hormon alami tubuh, membantu meningkatkan kerja insulin, mempercepat masuknya glukosa ke dalam sel, serta mencegah penumpukan gula di pembuluh darah yang dapat memicu aterosklerosis dan komplikasi lain. Di tengah kenaikan tajam kasus diabetes dan obesitas, kehadiran terapi ini diposisikan sebagai perluasan pilihan tatalaksana berbasis bukti ilmiah bagi pasien dan tenaga kesehatan di Indonesia.