中聯辦撤深圳部擴廣東聯絡 中港協同角色再調整

05.07.2026


中國中央駐港機構——中央人民政府駐香港特別行政區聯絡辦公室(中聯辦)近日完成一輪組織架構重組,經濟、青年及地區事務相關部門權重明顯上升。多名關注港澳事務的學者與消息人士認為,這一輪調整反映出北京對港工作重點出現變化,將更強調金融功能、青年培育以及社會和區域治理,並與特區政府當前施政優先順序保持一致。

根據中聯辦網站更新後的機構設置,新架構包括辦公廳、社會工作部、經濟金融一部、經濟金融二部、教育和青年部、法律工作部、港島區事務部、九龍區事務部、新界東區事務部及新界西區事務部等。當中變動較大的,是原有經濟部擴充並拆分為經濟金融一部和二部;原教育科技部與青年工作部合併為教育和青年部;港島、九龍及新界的「工作部」或「聯絡部」則改名為「事務部」,新界部分更細分為東、西兩區。同時,架構中新增「社會發展部」,而「信息中心」與「深圳部」不再列入機構設置,深圳聯絡職能被指已併入「廣東聯絡部」。

全國港澳研究會顧問劉兆佳接受訪問時表示,架構重組顯示中央對港工作部署「更著重金融、青年及地區事務」,與香港特區政府近年的施政重點相呼應。他舉例指出,在金融領域,中央與特區需要協同合作,包括在香港平台上推動人民幣國際化;在青年工作方面,則涉及提升教育質素與擴大就業機會,藉此讓青年在大灣區及更廣泛的內地與國際市場中尋找發展空間。劉兆佳又指,新設的社會發展部料將加強中聯辦與香港社會各界的聯繫,並鼓勵特別是中資機構更積極參與本地公益慈善項目。

來自香港媒體的報導則引述消息人士說法稱,中聯辦今次重組,被期望可在制度層面進一步支持行政長官和特區政府依法施政,提升治理水準,並在處理民生憂慮、維護社會和諧穩定方面發揮更明確的輔助角色。隨着經濟金融部門擴容、青年與教育工作整合,以及地區事務部門細化為港島、九龍與新界東西四大板塊,觀察人士預期,中聯辦未來在推動香港金融功能與區域發展、以及介入社會與社區層面的工作上,將呈現出更具主題性與精細化的操作路徑。

Other news

Risiko Banjir dan Longsor Pacu Pemprov Sumut Tindak Tegas PETI

05.07.2026


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperketat langkah penertiban pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal, dengan fokus pada kawasan Sungai Batang Gadis di sekitar Muara Mais dan wilayah Kotanopan. Operasi terbaru dilakukan sebagai tindak lanjut arahan tegas Gubernur Sumut Bobby Nasution, di tengah sorotan publik dan media sosial terhadap masih berlanjutnya aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut. Pemprov menegaskan penindakan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menegakkan hukum sekaligus melindungi lingkungan.

Penertiban dijalankan melalui tim terpadu yang melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sumut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Satpol PP, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, serta berbagai instansi terkait. Di Kotanopan, petugas masih menemukan aktivitas PETI menggunakan alat berat di sejumlah titik, yang dikaitkan dengan pemilik berinisial GD dan PW. Terhadap aktivitas yang masih beroperasi, tim melakukan penghentian langsung di lokasi sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di kawasan Sungai Batang Gadis sekitar Muara Mais, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut, Heri Wahyudi Marpaung, menyatakan tim terpadu sempat dihadapkan pada situasi di mana para pelaku PETI melarikan diri setelah mengetahui kedatangan petugas, menyeberangi sungai menuju kawasan hutan. Meski demikian, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan menemukan beragam peralatan yang digunakan untuk mendukung aktivitas penambangan emas ilegal. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sumut, Dedi Jamiansyah Putra Harahap, menambahkan bahwa peralatan di lokasi juga dihancurkan sebagai bagian dari penegakan hukum, di samping penyitaan barang bukti untuk proses lebih lanjut.

Laporan lapangan menunjukkan kerusakan lingkungan yang cukup serius di sepanjang bantaran Sungai Batang Gadis dan area sekitar PETI lainnya. Pengerukan intensif mengubah bentang alam dan morfologi sungai, merusak daerah aliran sungai, serta mengikis tanah hingga mendekati badan Jalan Lintas Sumatera. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko bencana banjir dan longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu infrastruktur jalan nasional. Di sisi lain, hilangnya vegetasi, terbentuknya lubang-lubang bekas galian, dan potensi penurunan kualitas air sungai menambah daftar tantangan pemulihan ekosistem yang kini menjadi agenda lanjutan pemerintah daerah.