หญิงชาวไทย ปวิณี สุพศิริวิศาล ปรากฏตัวต่อหน้าศาลคามายุตในนครย่างกุ้งเมื่อวันอังคาร เพื่อรับการพิจารณาคดีข้อหาละเมิดกฎหมายคนเข้าเมืองเมียนมา ซึ่งเชื่อมโยงกับข้อกล่าวหาว่าเธอมีส่วนเกี่ยวข้องกับการเสียชีวิตของอดีตสามีซึ่งเป็นนักการทูตสหรัฐอเมริกาประจำย่างกุ้ง ตามข้อมูลจากทนายความที่ติดตามคดีและรายงานของสื่อระหว่างประเทศ
แม้ปวิณีจะถูกตั้งข้อหาฆ่าคนตายในเหตุการณ์เมื่อเดือนพฤษภาคม ซึ่งพบศพนักการทูตสหรัฐฯ ในที่พักแห่งหนึ่งในย่างกุ้ง แต่กระบวนการยุติธรรมของเมียนมากำลังเริ่มจากคดีละเมิดกฎหมายคนเข้าเมืองเป็นขั้นแรก กฎหมายดังกล่าวถูกใช้กับชาวต่างชาติที่ถูกกล่าวหาว่าก่ออาชญากรรมในประเทศ โดยโทษจำคุกตามข้อหานี้อยู่ในกรอบตั้งแต่หกเดือนจนถึงห้าปี
การไต่สวนในศาลคามายุตซึ่งเป็นนัดที่สอง มีพยานฝ่ายโจทก์สามราย รวมถึงเจ้าหน้าที่ตรวจคนเข้าเมือง ให้การต่อศาล ตามคำบอกเล่าของทนายความที่ขอไม่เปิดเผยชื่อเนื่องจากกังวลผลกระทบจากรัฐบาลทหารเมียนมา เจ้าหน้าที่จากแผนกตรวจคนเข้าเมืองและทะเบียนราษฎร์เขตคามายุตยังยืนยันต่อสำนักข่าวต่างประเทศว่ามีพยานเข้าให้การ แต่ปฏิเสธเปิดเผยรายละเอียดเพิ่มเติม ขณะที่ยังไม่ชัดเจนว่าจำเลยได้ให้การรับสารภาพหรือปฏิเสธข้อหาแล้วหรือไม่
กระบวนการพิจารณาคดีในข้อหาคนเข้าเมืองคาดว่าจะดำเนินในศาลระดับทาวน์ชิป ก่อนที่เมียนมาจะเปิดการพิจารณาคดีข้อหาฆ่าคนตาย ซึ่งตามประมวลกฎหมายอาญาของเมียนมา หากศาลพิพากษาว่ามีความผิด โทษอาจตั้งแต่จำคุก 10 ปีไปจนถึงโทษประหารชีวิต ทั้งนี้ ทางการเมียนมาและหน่วยงานที่เกี่ยวข้องให้ข้อมูลกับสื่ออย่างจำกัด ขณะที่กระบวนการยุติธรรมดำเนินไปภายใต้บริบทของประเทศที่อยู่ภายใต้การปกครองของกองทัพและเผชิญความขัดแย้งภายในอย่างต่อเนื่อง

Ruko yang selama hampir dua tahun tampak kosong di kawasan Perumahan Taman Puri Cendana, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mendadak menjadi sorotan setelah terungkap diduga menjadi lokasi penambangan aset kripto dengan memanfaatkan listrik ilegal. Temuan itu berawal dari kegiatan kerja bakti warga dan penataan bangunan pada Selasa, 30 Juni 2026, yang kemudian berujung pada tindakan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) oleh PT PLN (Persero) ULP Tambun.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat, Darry Giovanno, menjelaskan, laporan warga dan perangkat lingkungan terkait kondisi mencurigakan di ruko tersebut diteruskan kepada petugas PLN yang tengah bertugas di sekitar lokasi. Dalam pemeriksaan, tim P2TL menemukan instalasi kelistrikan yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan aset kripto dengan sambungan listrik ilegal yang terhubung langsung ke jaringan PLN tanpa melalui kWh meter. Di dalam ruko, terdapat sejumlah peralatan kelistrikan, termasuk MCB yang masih tersambung listrik.
Dari lokasi, petugas mendapati 12 unit komputer/server rakitan berdaya tinggi yang terhubung dengan sistem pendingin berkapasitas besar dan masih beroperasi kendati bangunan tampak tidak berpenghuni. Dalam unggahan video di akun Instagram @mudamudi.pc, disebutkan PLN telah membongkar dugaan pencurian listrik untuk aktivitas crypto mining di Bekasi, mengamankan 12 server mining, dan langsung memutus sambungan listrik ilegal. PLN kemudian membawa barang bukti berupa kabel dan sejumlah peralatan ke Kantor PLN ULP Tambun.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, kegiatan P2TL PLN tersebut mendapat pengamanan dari Satpamobvit Polres Metro Bekasi dan berangkat dari kecurigaan petugas catat meter atas pemakaian listrik yang tidak sesuai ketentuan. Setelah dipastikan terdapat sambungan listrik ilegal tiga fasa di ruko itu, PLN bersama aparat memutus aliran dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Bekasi. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Levian menyatakan, dugaan aktivitas tambang bitcoin ilegal di lokasi itu masih dalam tahap penyelidikan. PLN menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik dan mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara legal serta melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.