
Google uruchomiło w Krakowie drugie biuro, wzmacniając rolę miasta jako jednego z kluczowych hubów inżynieryjnych koncernu na świecie. Nowa przestrzeń w kompleksie Tertium przy ul. Lublańskiej powstała na czterech piętrach budynku i oferuje 300 stanowisk pracy. Oprócz powierzchni biurowej przewidziano też laboratoria, sale konferencyjne, przestrzenie wspólne, stołówkę i kawiarnię.
Według dyrektorki krakowskiego oddziału Google Magdy Rabiej, lokalny zespół liczy obecnie ponad 400 specjalistów i nadal rośnie. Krakowskie centrum odgrywa istotną rolę w tworzeniu innowacji dla chmury obliczeniowej Google Cloud oraz systemów mobilnych. To z Krakowa rozwijane są fundamenty infrastruktury do przetwarzania danych, z których korzystają największe światowe przedsiębiorstwa.
Inżynierowie pracujący w dwóch krakowskich biurach – przy Rynku Głównym oraz w kompleksie Tertium – realizują projekty w ramach działu Platforms & Devices. Obejmują one m.in. innowacje w systemie Android, w tym rozwiązania na laptopy, tablety, komunikację biznesową oraz Android Auto, a także rozwój przeglądarki Chrome i całego ekosystemu webowego. W Krakowie prowadzone są również prace nad urządzeniami z linii Pixel oraz budową zaawansowanej infrastruktury inżynieryjnej (PDEIO), która wspiera te procesy.
Nowe biuro wpisuje się w szerszą obecność Google w Polsce. Koncern działa na rynku od 20 lat, a w biurach w Warszawie, Krakowie i we Wrocławiu zatrudnia łącznie około 3 tys. osób. Około 80 proc. polskiego zespołu stanowią programistki i programiści, co – według przedstawicieli firmy – czyni lokalny oddział jednym z najważniejszych ośrodków inżynieryjnych w globalnych strukturach Google.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran selama 14 hari untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, menyusul kebakaran yang melanda area sekitar 15 hektare sejak Selasa, 30 Juni 2026. Status kedaruratan berlaku 1–14 Juli 2026 dan dapat disesuaikan jika proses pemadaman selesai lebih cepat, kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid. Penetapan ini menjadi landasan hukum bagi pengerahan sumber daya lintas instansi guna mempercepat pengendalian kebakaran yang hingga hari keenam masih belum sepenuhnya padam.
Di lapangan, operasi pemadaman dilakukan melalui kombinasi jalur udara dan darat. Dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pengeboman air ke sejumlah titik api, sementara dari darat armada pemadam kebakaran dan personel Manggala Agni disebar ke berbagai sektor untuk mencegah penjalaran api ke area lain. Ekskavator dikerahkan untuk mengurai timbunan sampah yang sudah disiram, membuka akses menuju kantong-kantong api yang sulit dijangkau. Pemerintah pusat turut mengirim 30 personel Manggala Agni dari Sulawesi dan Jawa Barat yang memiliki spesialisasi penanganan kebakaran lahan dengan peralatan bertekanan tinggi.
Teknologi turut diandalkan untuk mempercepat penanganan. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyebut pemerintah mengoperasikan thermal drone berkamera inframerah untuk mendeteksi sumber panas di dalam timbunan sampah dan memetakan titik api yang tidak terlihat dari permukaan. Dua unit mobile monitoring system juga ditempatkan di sekitar lokasi guna memantau kualitas udara secara real time. Kementerian Lingkungan Hidup menurunkan tim teknis lintas deputi ke TPA Jatiwaringin untuk verifikasi lapangan, mengawal mitigasi, dan memastikan prosedur keselamatan diterapkan.
Dampak kesehatan mulai terasa di permukiman sekitar. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 154 warga terdiagnosis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai pasien rawat jalan yang sudah kembali ke rumah. Kepala Dinas Kesehatan Hendra Tarmizi mengimbau warga, khususnya yang berada dekat lokasi kebakaran, untuk selalu menggunakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan pernapasan. Pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2,5 di sekitar area berada pada kategori berbahaya dengan nilai melampaui 1.000 mikrogram per meter kubik.
Untuk menjaga keselamatan, akses menuju TPA Jatiwaringin ditutup bagi masyarakat umum dan dijaga ketat. Hanya personel pemadam kebakaran, tenaga medis, TNI, Polri, serta instansi terkait yang diizinkan memasuki area. Kepulan asap pekat yang masih membumbung dan terbawa angin menegaskan urgensi penanganan terkoordinasi, di tengah upaya pemerintah daerah dan pusat menyeimbangkan prioritas pemadaman, pemantauan kualitas udara, dan perlindungan kesehatan warga sekitar.