BSP Push Spurs Wave of Lower Digital Transfer Fees Across Philippine Lenders

05.07.2026


Digital money transfers in the Philippines are getting cheaper as banks and e-wallets cut or waive fees to comply with new pricing rules from the Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP). The central bank said it expects more financial institutions to lower or scrap person-to-person digital transfer charges after BSP Circular No. 1238 took effect on July 4, and warned it will issue notices to firms that fail to adjust. The regulation requires “reasonable, fair, and market-based” pricing for individual e-payments, particularly for InstaPay and PESONet transactions.

Under the circular, fees for person-to-person e-payments across banks, e-wallets and other payment service providers — so-called off-us transactions — should not be materially different from fees for transfers within the same institution. Any gap between intrabank and interbank rates should reflect only the “switch cost,” or the fee charged by the clearing switch operator to process transfers through a payment network. Financial institutions must also be able to justify their pricing with an analysis of the actual costs of providing these services.

Several major players have already moved to align with the new rules. E-wallet giant GCash reduced its InstaPay transfer fee to 10 pesos from 15 pesos starting July 4, with a per-transaction cap of 50,000 pesos and no minimum amount. Its policies for sending and receiving money between GCash users remain unchanged, with up to 500 free transactions per month and a 5-peso fee for select users once that limit is exceeded. Maya Group said it would likewise trim its InstaPay fee to 10 pesos from 15 pesos by July 6, while keeping PESONet transfers free.

Among traditional lenders, Bank of the Philippine Islands has permanently waived InstaPay and PESONet charges for person-to-person interbank transactions made via its channels starting July 1. Rizal Commercial Banking Corp. has begun offering 30 free InstaPay transfers per month via its RCBC Pulz mobile app for transactions of at least 100 pesos, while maintaining a 10-peso PESONet fee; it also offers unlimited free InstaPay transfers through its Diskartech platform, subject to a daily limit of 499,999 pesos. These moves highlight intensifying competition in digital payments as banks, digital banks and e-wallet providers seek to attract and retain users by expanding online services and lowering transaction costs under the BSP’s new fee framework.

Other news

Menggandeng Warga Rahtawu, Muria Trail Run 2026 Incar Dampak Ekonomi Berantai

05.07.2026


Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan gelaran lari lintas alam sebagai salah satu ujung tombak pengembangan sport tourism. Muria Trail Run 2026 di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus, menjadi etalase utama strategi tersebut, dengan menggabungkan konsep Eco Green Sport Tourism dan penguatan ekonomi lokal. Ajang yang memasuki tahun kedua ini dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Agustus 2026 di lereng Gunung Muria.

Untuk membangun eksposur dan basis peserta, panitia bersama Pemprov menggelar "Road to Muria Trail Run" di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, membuka dan ikut ambil bagian dalam fun run sejauh lima kilometer yang diikuti 100 pelari dari 13 komunitas lari dan trail run. Sumarno menegaskan, maraknya penyelenggaraan trail run di berbagai kabupaten/kota merupakan bagian dari agenda besar menjadikan event serupa tersebar di seluruh Jawa Tengah guna mengerek pariwisata olahraga.

Di Rahtawu sendiri, Muria Trail Run 2026 dihadirkan bukan sekadar sebagai lomba lari. Tahun ini panitia mengusung tema "Hajatan Rahtawu" yang memadukan tantangan menaklukkan jalur lereng Muria dengan nuansa pesta kampung khas desa setempat. Nuansa hajatan itu diwujudkan melalui sajian kuliner tradisional, dekorasi bernuansa lokal, serta keterlibatan warga dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari homestay, transportasi, konsumsi hingga kebutuhan operasional lainnya.

Event Director Muria Trail Run 2026, Yuda Kristiawan, menyebut pelibatan warga menjadi fokus utama agar manfaat ekonomi tidak berhenti di level panitia dan peserta. Dengan desain tersebut, arus belanja peserta diharapkan langsung mengalir ke masyarakat desa melalui layanan akomodasi, logistik, dan produk lokal yang mereka sediakan. Yuda menambahkan, Muria Trail Run juga membawa semangat "Stride for Sustainability" dengan menonjolkan kepedulian terhadap kelestarian lereng Gunung Muria, sehingga peserta tidak hanya menikmati lintasan alam, tetapi juga diajak berkontribusi pada konservasi kawasan.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, panitia menargetkan lebih dari 500 peserta, atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hingga awal Juli, sekitar 80 persen kuota telah terisi sementara pendaftaran masih dibuka hingga 18 Juli 2026. Melalui kombinasi promosi lewat roadshow komunitas lari, pengemasan budaya desa, dan penekanan pada aspek lingkungan, Muria Trail Run 2026 diposisikan sebagai model bagaimana sport tourism dapat menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat citra destinasi wisata alam Jawa Tengah.