38% Transaksi QRIS Nasional Berasal dari Jakarta, UMKM Jadi Motor Utama

05.07.2026


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat agenda digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi daerah. Bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemprov DKI mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini menjadikan Jakarta sebagai kontributor sekitar 38 persen dari total transaksi QRIS nasional. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi lintas otoritas yang menyasar berbagai sektor, termasuk pasar rakyat.

Menurut Pramono, seluruh 153 pasar yang dikelola Pemprov DKI Jakarta telah menggunakan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Adopsi pembayaran nontunai juga meluas ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan sekitar 422 ribu pelaku usaha di Jakarta tercatat memanfaatkan transaksi digital dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pramono mendorong percepatan lanjutan lewat kompetisi digitalisasi pasar yang melibatkan dinas terkait, perbankan, dan pengelola pasar untuk menggenjot volume transaksi.

Penguatan digitalisasi ini sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Jakarta yang tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa. Pramono menegaskan sektor ekonomi kreatif, sports and lifestyle, serta industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) disiapkan sebagai tumpuan ekonomi baru ibu kota. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional, yang menurut dia mencerminkan semakin kokohnya struktur ekonomi daerah, didukung oleh perluasan basis UMKM dan pemanfaatan teknologi digital.

Pemprov DKI juga mengandalkan program JakPreneur untuk memperkuat daya saing UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pembiayaan, pengembangan pasar, dan akselerasi digitalisasi. Pramono menekankan bahwa berbagai inisiatif tersebut dirancang untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih merata oleh masyarakat, sekaligus mempercepat target Jakarta masuk jajaran 50 kota global pada 2030. Dengan porsi besar transaksi QRIS nasional dan basis UMKM yang meluas, Jakarta menempatkan digitalisasi dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama strategi pembangunan ekonominya.

Other news

Luncuran Awan Panas Sentuh Kilometer, Ancaman di Lereng Merapi dan Semeru Menguat

05.07.2026


Aktivitas vulkanik di dua gunung api aktif di Pulau Jawa menguat dalam beberapa hari terakhir, menambah tekanan pada sistem mitigasi bencana di wilayah padat penduduk. Di Yogyakarta, Gunung Merapi mencatat dua kali luncuran awan panas guguran dan 18 kali guguran lava pijar hanya dalam periode 12 jam pengamatan terakhir. Di Jawa Timur, Gunung Semeru pada Sabtu pagi (4/7/2026) erupsi dan meluncurkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1,4 kilometer di atas puncak, mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertegas peringatan kewaspadaan bagi masyarakat sekitar.

Laporan harian yang dirilis melalui laman resmi magma.esdm.go.id menunjukkan, sejak Kamis (2/7/2026) pukul 18.00 WIB hingga Jumat (3/7/2026) pukul 06.00 WIB, awan panas guguran Merapi meluncur sejauh maksimal 1.800 meter ke arah Kali Sat/Putih. Dalam interval yang sama, guguran lava pijar teramati total 18 kali dengan jarak luncur maksimum hingga 2.500 meter ke arah alur sungai yang sama. Data kegempaan mengindikasikan dinamika magma di perut gunung masih tinggi, dengan puluhan gempa guguran serta puluhan gempa hybrid/fase banyak yang terekam dalam rentang beberapa jam.

Di sisi lain, Semeru yang berstatus Level III (Siaga) menambah daftar gunung dengan aktivitas signifikan. PVMBG melaporkan erupsi Sabtu pagi pukul 06.08 WIB itu memuntahkan kolom abu putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah selatan. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 17 detik, dan masih berlangsung saat laporan disusun. Otoritas mengingatkan potensi Awan Panas Guguran (APG), guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Merespons dinamika ini, PVMBG mempertahankan sejumlah pembatasan ketat di sekitar Semeru. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di luar zona tersebut karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari sumber erupsi. Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak tidak dianjurkan mengingat risiko lontaran batu pijar. Di Merapi, meski rekomendasi rinci dalam laporan yang dikutip tidak disebutkan, intensitas guguran lava dan awan panas ke arah alur sungai menegaskan pentingnya disiplin terhadap zona rawan bencana yang telah ditetapkan otoritas kebencanaan setempat.

Deretan data kegempaan dan visual dari dua gunung ini menempatkan kembali aspek mitigasi sebagai fokus utama, terutama bagi permukiman yang berada di hilir sungai-sungai yang berhulu di puncak. Dengan beberapa gunung lain di Indonesia juga berada pada status Siaga, otoritas menghadapi tantangan simultan menjaga kewaspadaan publik tanpa memicu kepanikan, sembari memastikan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tetap berada dalam koridor keselamatan yang direkomendasikan.