新世界長沙灣商廈售價由1.3萬跌至5600元 商業地產壓力浮現

05.07.2026


香港商業地產市場壓力進一步浮現。多名知情人士透露,投資公司Ares Management Corp.與新世界發展共同持有的長沙灣甲級商廈項目「83永康街」,近期大幅下調部分單位售價,折扣及回贈後減幅高達約57%,價格不但較2024年首次開售時大幅回落,亦已跌穿新世界於2017年買入相關地皮時的成本價,震動本地寫字樓投資圈。

據消息指,「83永康街」部分單位現時折實呎價低見約5,600元,其餘單位約為每平方呎7,000元,遠低於項目2024年推售時約每平方呎13,000元的水平。相比新世界當年以每平方呎約8,000元購入地皮的價格,目前部分單位的售價幾乎倒掛近三成。知情人士稱,降價後成交確有改善,但同時凸顯非核心區甲級寫字樓在去貨與定價上面臨的現實壓力。

「83永康街」位於長沙灣永康街83號,鄰近荔枝角港鐵站,步行約五分鐘可達,屬於九龍區非核心商業地帶。項目於2023年落成,樓高28層(包括地庫),當中5樓或以上為寫字樓部分,總建築面積約44萬平方呎。外電早前報道指,雖然該項目近期以較大折讓推售單位帶動銷情回升,但對業界而言,更具指標意義的是,部分優質新落成甲級寫字樓也不得不以明顯折讓的方式吸引買家。

市場分析指,相關價格調整反映出香港商廈市場與住宅市場的走勢分岔。世邦魏理仕數據顯示,截至3月底,本港整體辦公樓空置率維持在16.8%的高位,接近歷史高點,主要受新增供應大量釋出影響,壓力在核心區以外尤為明顯。與此同時,本地住宅市場則在政策和利率預期變化下出現較為廣泛的復甦。對商廈業主及投資者而言,「83永康街」的價格重置,或將成為非核心區寫字樓資產回報與估值需要重新審視的一個注腳。

Other news

Risiko Banjir dan Longsor Pacu Pemprov Sumut Tindak Tegas PETI

05.07.2026


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperketat langkah penertiban pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal, dengan fokus pada kawasan Sungai Batang Gadis di sekitar Muara Mais dan wilayah Kotanopan. Operasi terbaru dilakukan sebagai tindak lanjut arahan tegas Gubernur Sumut Bobby Nasution, di tengah sorotan publik dan media sosial terhadap masih berlanjutnya aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut. Pemprov menegaskan penindakan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menegakkan hukum sekaligus melindungi lingkungan.

Penertiban dijalankan melalui tim terpadu yang melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sumut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Satpol PP, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, serta berbagai instansi terkait. Di Kotanopan, petugas masih menemukan aktivitas PETI menggunakan alat berat di sejumlah titik, yang dikaitkan dengan pemilik berinisial GD dan PW. Terhadap aktivitas yang masih beroperasi, tim melakukan penghentian langsung di lokasi sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di kawasan Sungai Batang Gadis sekitar Muara Mais, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut, Heri Wahyudi Marpaung, menyatakan tim terpadu sempat dihadapkan pada situasi di mana para pelaku PETI melarikan diri setelah mengetahui kedatangan petugas, menyeberangi sungai menuju kawasan hutan. Meski demikian, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan menemukan beragam peralatan yang digunakan untuk mendukung aktivitas penambangan emas ilegal. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sumut, Dedi Jamiansyah Putra Harahap, menambahkan bahwa peralatan di lokasi juga dihancurkan sebagai bagian dari penegakan hukum, di samping penyitaan barang bukti untuk proses lebih lanjut.

Laporan lapangan menunjukkan kerusakan lingkungan yang cukup serius di sepanjang bantaran Sungai Batang Gadis dan area sekitar PETI lainnya. Pengerukan intensif mengubah bentang alam dan morfologi sungai, merusak daerah aliran sungai, serta mengikis tanah hingga mendekati badan Jalan Lintas Sumatera. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko bencana banjir dan longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu infrastruktur jalan nasional. Di sisi lain, hilangnya vegetasi, terbentuknya lubang-lubang bekas galian, dan potensi penurunan kualitas air sungai menambah daftar tantangan pemulihan ekosistem yang kini menjadi agenda lanjutan pemerintah daerah.